Oleh: Agus setiyono*)
17 Juni menjadi tanggal yang istimewa bagi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Jambi. Pada tahun ini, perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah tersebut genap berusia tujuh tahun sebagai universitas. Usia yang relatif muda jika dibandingkan dengan banyak perguruan tinggi lain di Indonesia, namun cukup untuk menunjukkan bahwa pertumbuhan sebuah institusi pendidikan tidak semata-mata diukur dari panjangnya umur, melainkan dari kualitas ikhtiar, konsistensi perjuangan, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Memang benar, usia hanyalah hitungan angka. Namun dalam dunia pendidikan, setiap angka menyimpan cerita, pengorbanan, dan perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Universitas Muhammadiyah Jambi tidak lahir dalam ruang yang hampa. Ia tumbuh melalui proses transformasi yang panjang, dimulai dari AKUBANK, kemudian berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), hingga akhirnya bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jambi seperti yang dikenal saat ini.
Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama atau bentuk kelembagaan. Ia merupakan simbol dari semangat untuk terus berkembang, beradaptasi dengan tuntutan zaman, sekaligus memperluas kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam bahasa sederhana, perjalanan itu menunjukkan bahwa sebuah lembaga pendidikan yang sehat tidak pernah merasa cukup dengan capaian hari ini.
Di usia yang ke-7 sebagai universitas, Universitas Muhammadiyah Jambi telah memiliki 10 program studi yang menjadi wadah lahirnya generasi intelektual, profesional, dan kader persyarikatan. Capaian ini tentu patut diapresiasi, terlebih di tengah kompetisi dunia pendidikan tinggi yang semakin ketat serta tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.
Namun, sebagaimana lazimnya dunia akademik, keberhasilan tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri. Sebab sejarah menunjukkan bahwa banyak lembaga besar runtuh bukan karena kekurangan prestasi, melainkan karena terlalu lama menikmati prestasinya. Kampus yang berhenti berinovasi pada akhirnya hanya akan menjadi museum bagi kejayaannya sendiri.
Karena itu, Milad ke-7 ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, melainkan sebagai momentum refleksi dan evaluasi. Seberapa jauh kampus telah memberikan kontribusi kepada masyarakat? Seberapa besar riset dan pengabdian yang telah dihasilkan? Dan seberapa kuat perannya dalam melahirkan sumber daya manusia yang berintegritas, berilmu, serta berkemajuan?
Dalam berbagai kesempatan, Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi, Hendra Kurniawan, S. Si., M. Si menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh civitas akademika dan para pemangku kepentingan yang telah membersamai perjalanan kampus hingga mencapai titik ini.
Ucapan terima kasih tersebut juga ditujukan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jambi, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jambi, serta seluruh Organisasi Otonom Muhammadiyah di Provinsi Jambi yang selama ini memberikan dukungan, perhatian, dan kontribusi nyata terhadap perkembangan Universitas Muhammadiyah Jambi.
Pengakuan tersebut menjadi penting, sebab sebuah universitas tidak pernah dibangun oleh satu atau dua orang saja. Ia berdiri di atas gotong royong gagasan, pengorbanan waktu, dukungan moral, serta kerja kolektif dari banyak pihak. Kampus adalah rumah besar yang kokoh karena fondasinya dibangun bersama.
Sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Jambi mengemban amanah yang tidak ringan. Ia tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan nilai-nilai keislaman yang berkemajuan. Di tengah arus globalisasi yang sering kali mengukur keberhasilan dengan angka-angka ekonomi semata, kampus Muhammadiyah memiliki tugas untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan moral.
Tujuh tahun mungkin belum cukup untuk disebut tua. Namun tujuh tahun sudah cukup untuk membuktikan bahwa sebuah cita-cita dapat tumbuh menjadi kenyataan. Dari Akubank, menjadi STIE, lalu bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jambi, perjalanan itu adalah bukti bahwa perubahan selalu mungkin terjadi ketika diiringi dengan kerja keras, keikhlasan, dan visi yang jelas.
Selamat Milad ke-7 Universitas Muhammadiyah Jambi. Semoga terus tumbuh menjadi pusat ilmu pengetahuan, pengabdian, dan peradaban; melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta mampu membawa kemajuan bagi Jambi, Indonesia, dan kemanusiaan secara luas. Karena pada akhirnya, usia bukanlah tentang berapa lama sebuah institusi berdiri, melainkan seberapa besar manfaat yang berhasil ditinggalkan untuk negeri.
*) Sekretaris PW Muhammadiyah Jambi