JAMBI – DPRD Provinsi Jambi kembali menyoroti padatnya aktivitas truk angkutan batu bara yang melintas di jalan nasional dan menyebabkan kemacetan di sejumlah titik, terutama di wilayah Kabupaten Batang Hari.
Kondisi ini dinilai semakin meresahkan masyarakat karena tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Antrean panjang kendaraan angkutan batu bara kerap terjadi pada jam-jam sibuk, bahkan hingga mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyebut kondisi tersebut terjadi akibat belum optimalnya pembangunan jalan khusus angkutan batu bara yang hingga kini belum berfungsi sebagaimana mestinya.
Menurutnya, ketergantungan angkutan batu bara terhadap jalan umum berdampak langsung pada kemacetan, kerusakan jalan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat dan pelayanan publik seperti ambulans dan kendaraan dinas.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah proyek jalan khusus batu bara yang diharapkan menjadi solusi justru masih berjalan lambat dan belum mencapai target yang ditetapkan. “Ini tidak lepas dari belum selesainya jalan khusus batu bara yang sampai saat ini belum berfungsi optimal,” ujarnya.
Selain itu, DPRD juga menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola angkutan batu bara, termasuk pengawasan terhadap operasional kendaraan serta penegakan aturan yang lebih tegas di lapangan. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif yang terus berulang setiap tahunnya.
DPRD menegaskan perlunya percepatan penyelesaian proyek tersebut agar kendaraan angkutan batu bara tidak lagi menggunakan jalan nasional. Dengan berfungsinya jalan khusus, diharapkan distribusi logistik tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat luas.