Oleh: Agus setiyono*)
Setelah melalui proses yang panjang, penuh kesabaran, serta ikhtiar yang tidak ringan, Universitas Muhammadiyah Jambi akhirnya memperoleh izin resmi untuk membuka Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Kabar yang telah lama dinantikan ini menjadi sebuah pencapaian penting yang tidak hanya menambah jumlah program studi yang dimiliki universitas, tetapi juga memperkuat identitas keilmuan, dakwah, dan kaderisasi Persyarikatan Muhammadiyah di Provinsi Jambi.
Terbitnya izin penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Agama Islam merupakan buah dari kerja keras yang dilakukan secara kolektif oleh seluruh unsur Universitas Muhammadiyah Jambi. Di balik capaian tersebut terdapat perjuangan panjang yang dipimpin oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi, Hendra Kurniawan, S. Si., M. Si, bersama jajaran pimpinan universitas, tim pengusul, dosen, tenaga kependidikan, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun administratif hingga izin tersebut dapat diterbitkan.
Dalam sebuah kesempatan, Hendra Kurniawan menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan anugerah Allah SWT yang patut disyukuri bersama. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, mencurahkan pikiran, tenaga, dan waktu demi terwujudnya Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Jambi.
Keberhasilan ini sesungguhnya bukan sekadar pencapaian administratif. Lebih dari itu, ia merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan. Sebab, pendidikan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab melahirkan generasi yang memiliki integritas moral, spiritualitas yang kuat, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Dalam konteks pendidikan tinggi Muhammadiyah, kehadiran Program Studi Pendidikan Agama Islam memiliki makna yang sangat strategis. Program studi ini bukan sekadar menambah ragam pilihan akademik bagi masyarakat, melainkan menjadi salah satu instrumen utama dalam melahirkan kader-kader Persyarikatan yang memiliki kedalaman ilmu keislaman, keluasan wawasan kebangsaan, serta kemampuan untuk menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang moderat, mencerahkan, dan berkemajuan.
Pendidikan Agama Islam pada hakikatnya merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban. Melalui program studi ini, Universitas Muhammadiyah Jambi diharapkan mampu mencetak pendidik, intelektual, dai, dan pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam akidah, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebab, kemajuan suatu bangsa tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga dari kualitas karakter dan moral generasi penerusnya.
Menariknya, kehadiran Program Studi Pendidikan Agama Islam tidak berarti bahwa pendidikan keislaman sebelumnya belum menjadi perhatian Universitas Muhammadiyah Jambi. Sebagaimana perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya, Universitas Muhammadiyah Jambi selama ini telah menjadikan mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa dari berbagai program studi.
Melalui AIK, seluruh mahasiswa dibina agar memiliki pemahaman yang baik tentang ajaran Islam, nilai-nilai Kemuhammadiyahan, etika akademik, serta tanggung jawab sosial sebagai insan yang beriman dan berilmu. AIK telah menjadi ruh yang menghidupkan atmosfer akademik di lingkungan kampus dan menjadi sarana internalisasi nilai-nilai Islam berkemajuan kepada seluruh sivitas akademika.
Namun demikian, Program Studi Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang lebih spesifik dan mendalam. Jika AIK berfungsi sebagai fondasi pembinaan karakter dan pemahaman dasar keislaman bagi seluruh mahasiswa, maka Prodi PAI hadir sebagai wadah akademik yang secara khusus mempersiapkan tenaga pendidik, peneliti, dan kader Persyarikatan yang memiliki kompetensi profesional dalam bidang pendidikan Islam dan pengembangan masyarakat.
Dengan kata lain, AIK merupakan napas yang mengalir ke seluruh sendi kehidupan kampus, sedangkan Program Studi Pendidikan Agama Islam adalah salah satu pilar utama yang memperkuat misi kaderisasi Muhammadiyah secara lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Kehadiran Prodi PAI menjadi simbol semakin kuatnya komitmen Universitas Muhammadiyah Jambi dalam mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal sebagai landasan utama penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, tantangan terhadap identitas, moralitas, dan karakter generasi muda semakin kompleks. Dalam situasi seperti itu, keberadaan Program Studi Pendidikan Agama Islam menjadi sangat relevan. Program studi ini diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual muslim yang tidak hanya memahami Islam secara tekstual, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam bentuk solusi nyata bagi berbagai persoalan kehidupan masyarakat.
Dengan bertambahnya Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jambi kini resmi memiliki sepuluh program studi yang tersebar dalam berbagai bidang keilmuan. Pencapaian ini menjadi indikator bahwa universitas terus bertumbuh dan berkembang, baik dari sisi kelembagaan, kualitas akademik, maupun kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Jambi dan Indonesia pada umumnya.
Lebih jauh, pembukaan Program Studi Pendidikan Agama Islam merupakan wujud nyata dari amanah dakwah dan tajdid yang menjadi ciri khas Muhammadiyah sejak awal berdirinya. Kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, pusat kaderisasi, dan laboratorium peradaban yang menyiapkan generasi masa depan untuk mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi.
Pada akhirnya, terbitnya izin Program Studi Pendidikan Agama Islam bukan sekadar penambahan nomenklatur akademik ataupun angka dalam statistik kelembagaan. Ia adalah sebuah tonggak sejarah, sebuah ikhtiar peradaban, dan sebuah harapan besar yang dititipkan kepada Universitas Muhammadiyah Jambi. Dari kampus yang terus tumbuh di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini, diharapkan lahir para guru, ulama intelektual, pemimpin, dan kader Persyarikatan yang mampu menjadi pelita di tengah masyarakat; menebarkan ilmu, meneguhkan nilai, serta melanjutkan estafet perjuangan dakwah Islam berkemajuan untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.
*) Sekretaris BPH UM Jambi