DPRD Jambi Dorong Percepatan Penyelesaian Jalan Khusus Batu Bara untuk Tingkatkan PAD

JAMBI – DPRD Provinsi Jambi mendorong percepatan penuntasan pembangunan jalan khusus (hauling) angkutan batu bara sebagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengatasi persoalan transportasi tambang yang selama ini membebani jalan umum.

Dorongan tersebut disampaikan menyusul masih berlarutnya persoalan kemacetan akibat aktivitas angkutan batu bara yang melintasi jalan nasional dan jalan provinsi. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, menyampaikan bahwa pembangunan jalan khusus batu bara merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dituntaskan.

“Berdasarkan komunikasi dan surat resmi yang disampaikan kepada DPRD, Pemuda Pancasila mengajak kita semua untuk menyelesaikan atau mengurai permasalahan jalan khusus batu bara yang saat ini menjadi hal vital di Provinsi Jambi,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemacetan akibat mobilitas angkutan batu bara telah menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Oleh sebab itu, keberadaan jalan khusus dinilai sebagai solusi jangka panjang yang tidak bisa lagi ditunda.

Namun demikian, hingga tahun 2026, pembangunan jalan khusus tersebut belum sepenuhnya rampung. Sejumlah kendala di lapangan masih menjadi hambatan, di antaranya persoalan pembebasan lahan serta perizinan penggunaan kawasan hutan produksi.

DPRD pun menargetkan agar penyelesaian jalan khusus batu bara dapat terealisasi dalam waktu dekat, bahkan diharapkan rampung pada tahun ini. Upaya percepatan terus didorong melalui koordinasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah dan investor yang terlibat dalam proyek tersebut.

Selain itu, DPRD juga berencana membentuk panitia khusus (pansus) guna mengawal percepatan pembangunan jalan khusus batu bara. Melalui pansus ini, berbagai pihak terkait akan dipanggil untuk mencari solusi konkret agar proyek tidak terus mengalami keterlambatan.

Lebih jauh, DPRD menilai keberadaan jalan khusus batu bara tidak hanya menyelesaikan persoalan kemacetan, tetapi juga membuka peluang peningkatan PAD. Dengan sistem distribusi yang lebih tertata dan efisien, aktivitas pertambangan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi pendapatan daerah.

“Ini demi Jambi, kebutuhan masyarakat dan juga kita menyakini jika jalan khusus batu bara ini selesai akan banyak keuntungan di Jambi. Masyarakat merasa nyaman dalam berlalu lintas dan diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat,” sebutnya.

DPRD menegaskan bahwa percepatan pembangunan jalan khusus batu bara merupakan kepentingan bersama, bukan hanya untuk sektor industri, tetapi juga demi keselamatan, kenyamanan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, investor, dan masyarakat, penuntasan jalan khusus batu bara diharapkan mampu menjadi solusi permanen atas persoalan transportasi tambang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.

*Silakan Share