Jelang Lebaran, Wali Kota Jambi Maulana Salurkan Bantuan Pangan untuk 50 Ribu Keluarga

JAMBI – Wali Kota Jambi, Maulana kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat melalui penyaluran Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Bantuan tersebut disalurkan kepada warga di Kantor Camat Alam Barajo, Rabu (11/3/2026).

Dalam program ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan beras dari Perum Bulog sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng kemasan Minyak Kita sebanyak 4 liter.

Secara keseluruhan, bantuan disalurkan kepada 50.213 Keluarga Penerima Bantuan Pangan (KPB) di Kota Jambi, dengan total 1.004.260 kilogram beras dan 200.852 liter minyak goreng.

Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar memastikan ketersediaan pangan masyarakat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Sebagai kebutuhan dasar manusia yang sangat vital, ketersediaan pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Tanpa kecukupan pangan yang berkualitas dan terjangkau, seluruh aspek kehidupan seperti kesehatan, pendidikan hingga produktivitas ekonomi dapat terganggu,” ujar Maulana.

Ia juga mengungkapkan telah menginstruksikan jajaran terkait agar penyaluran bantuan dipercepat sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya sebelum Idul Fitri.

“Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar pembagian bantuan ini dilakukan sebelum Idul Fitri. Alhamdulillah Alam Barajo menjadi yang pertama, artinya masyarakat bisa mengalihkan pengeluaran tersebut untuk kebutuhan lain,” katanya.

Menurut Maulana, sekitar 20 persen masyarakat Kota Jambi menjadi penerima bantuan tersebut sehingga sementara waktu mereka tidak perlu membeli beras dan minyak goreng.

“Selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, tercatat sekitar 80 ribu paket sembako telah didistribusikan kepada masyarakat. Jika digabungkan dengan bantuan pangan pemerintah, maka total bantuan yang tersalurkan mencapai sekitar 130 ribu paket sembako. Itu artinya lebih dari 50 persen, sekitar 55 persen warga Kota Jambi dalam menghadapi Idul Fitri tidak perlu lagi membeli beras,” ungkapnya.

Selain itu, Maulana juga mengingatkan para camat dan lurah agar tetap siaga menjelang Idul Fitri.

“Camat wajib standby di wilayahnya, dilarang mematikan HP dan meninggalkan wilayah jauh-jauh mulai menjelang H-3 Idul Fitri. Kepada masyarakat apabila mudik agar memperhatikan keadaan rumah yang ditinggal agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Sementara itu, perwakilan Perum Bulog Wilayah Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihudin menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan di Kota Jambi saat ini menjadi yang tercepat secara nasional.

Berdasarkan data dashboard penyaluran Bantuan Pangan Nasional, Provinsi Jambi menempati peringkat pertama dalam percepatan penyaluran bantuan pangan, disusul Bali di posisi kedua dan Jawa Timur di posisi ketiga.

“Persentase penyaluran Jambi sekitar 2 persen, Bali 0,9 persen, dan Jawa Timur 0,2 persen. Artinya Jambi menjadi yang tercepat dalam penyaluran bantuan pangan nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, percepatan penyaluran bantuan tersebut juga membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar.

“Dengan masyarakat menerima bantuan beras 20 kilogram dan minyak 4 liter, setidaknya selama dua minggu mereka tidak perlu membeli beras dan minyak di pasar. Hal ini secara langsung membantu menstabilkan harga pangan,” tutupnya.

*Silakan Share