JANGAN BERISTERI MUDA SETELAH BERUSIA 60 KE ATAS

Oleh Amhar Rasyid
Jambi, 27 Februari 2026

Assalamu’alaikum wr, wb, Bapak2/Ibuk2 dan Adik2 kawula muda yang terhormat. Suatu kali muncul tiba2 di Face Book di layar HP saya dimana seorang bule menasehati kita. Mungkin anda akan tersenyum membaca tulisan saya berikut ini, ia sengaja dibuat untuk bacaan hiburan menjelang berbuka puasa. Berikut adalah terjemahan bebas saya dari Face Book @ Elderly Roots berjudul If You Are Over 60: 5 Reasons Never to Have a Girlfriend (Brutal Truth). Karena kita orang taat beragama yang harus menikah secara aturan Islami, maka kata ‘Girlfriend’ di atas saya terjemahkan menjadi ‘Isteri Muda’. Bila anda katakan nanti di penghujung tulisan ini: ‘Ini kan sosiologi orang Barat’, maka jawaban saya ialah ‘Rupanya perasaan manusia sama, rasa mumet sama, rasa pedih hidup ya sama, hanya saja konteksnya berbeda dengan di Timur’. Agar kontekstual, terjemahan ini saya bumbui lagi dengan sedikit Tradisi orang Timur di mana perlu. Biasanya tulisan saya tiap Jum’at ditujukan untuk adik2 muda, tetapi kini utamanya untuk anda yang sudah di usia senja. Memang beristeri muda mirip dengan membeli buah kuini: harum di luar tetapi di dalamnya ada ‘ulat’. Anda boleh nanti kirim komentar apa saja pada saya bilamana telah selesai membacanya. Selamat membaca, tapi jangan marah pada saya bagi anda yang kebetulan kini sudah terlanjur beristeri muda ya, atau anda yang kini sedang puber kedua atau ketiga. Who knows?

Terjemahan saya mulai. Bukan lantaran ada yang salah pada diri anda dan bukan karena anda gagal dari apapun, tetapi karena pada usia anda sekarang ini Ketenangan lebih Utama dari pada Romance (Percintaan). Anda sudah cukup lama hidup, sudah bekerja keras selama ini, bertanggung jawab tanpa dimintai tanggung jawab, telah membantu memecahkan masalah bagi banyak orang, dan sekarang anda mau dengar atau tidak, jika anda memang mau bebas: bebas dari tekanan, bebas dari harapan, bebas dari tekanan emosi. Banyak orang seusia anda takut hidup sepi, cemas bila malam tiba, dan rumah terasa sepi. Tetapi yang sebanarnya ialah setelah usia 60, masalah utama bukanlah kesepian tetapi salah membuat hubungan sehingga merusak tatanan kehidupan pribadi anda yg telah dibangun selama ini. Ini bukan berbicara tentang kesedihan atau menolak berhubungan tetapi tentang kebijaksanaan setelah usia 60. Hidup tak butuh bukti lagi, anda tak butuh kompetisi atau prestasi lagi, sebab nilai anda sudah mapan, yang menjadi persoalan sekarang ialah menjaga Kesehatan anda, waktu anda, saldo rekening bank anda dan keseimbangan emosi anda. Semua ini sudah menjadi asset yang sangat didambakan.

Ada saja orang diusia 60 yang masih percaya punya isteri muda akan membawa kesenangan dan kebahagiaan. Kadang2 memang ia, tetapi banyak yang kecewa. Itulah sebabnya mengapa sekarang saya menawarkan 5 alasan mengapa anda yg berusia 60 tahun keatas sebaiknya menjaga ketenangan diri lebih utama dari pada mengejar cinta. Ide ini muncul karena pemahaman bukan karena kebencian pada pengalaman yang dilalui.

Alasan no.1. Ketenangan adalah yang paling utama dari pada memperturutkan kehendak hati. Dulu waktu muda, kehendak hati menjadi No1, ngobrol bareng hingga larut malam, cekcok dikit bisa damai, usia muda bisa mengatasinya, namun sekarang di atas usia 60 semuanya berobah, setelah begitu lama mencari nafkah, memenuhi tanggung jawab pada keluarga dan bermacam kebutuhan lain, kini mencapai puncaknya tatkala ketenangan jiwa menjadi penting demi kelangsungan hidup, bukan hanya kesenangan hati saja. Hubungan di dunia modern seringkali menuntut hubungan emosional yang konstan, anda harus mendengar, anda harus meyakinkan, anda harus pandai menjelaskan segala sesuatunya. Lama2 hubungan dengan isteri muda berobah menjadi tugas berat perasaan, anda mulai pusing memikirkan bagaimana cara menenangkan jiwa perasaan yang sebenarnya kini bukan milik anda, mulai mengurusi masalah yang dulunya tak pernah anda hadapi, kini harus menukar pola gaya hidup agar nampak seimbang. Mulanya memang nampak bagaikan hubungan indah, perhatian cukup tinggi, tetapi lama kelamaan banyak bermunculan tuntutan, ketenangan anda semakin mulai terusik, kebebasan sikap anda akan dicap sebagai cara menjauh (cuek), ketenangan yang anda ciptakan selama puluhan tahun kini mulai terganggu, gangguan emosional semacam ini sering menguras tenaga tetapi banyak orang sering tak menyadari pada mulanya. Mula2 tidur mulai terasa agak gelisah, resah, anda mulai merasa ketenangan anda sangat tergantung atas perasaan orang lain. Pada usia ini banyak hal berdampak langsung pada kesehatan, tekanan darah, denyut jantung, ketenangan jiwa. Banyak orang usia di atas 60 mengalami keadaan ini dengan pertimbangan bahwa perhatian pada pasangan lebih utama dari pada sikap diam. Namun setelah lama dalam keadaan gamang semacam itu, perasaan mulai terganggu, dan perhatian mulai pudar.

Ada teman saya bernama Robert, dia biasanya bangun cepat di pagi hari, minum kopi dengan santai, sambil menatap pada burung2 di luar jendela, jalan pagi sedikit, dan hidupnya merasa tenang, lalu dia tiba2 ketemu si ‘doi’. Mulanya ya hubungan mereka berdua terasa mesra, tetapi lama kelamaan suasana pagi berobah, rutinaitasnya semakin berkurang, waktu tenang semakin lenyap, dia mulai berusaha menjelaskan segala sesuatu kepada sayangnya, tapi dia akhirnya juga capek entah kenapa, apa yang dia kira semula hal biasa akhirnya menjadi keharusan. Banyak orang baru menyadari bilamana mereka sudah tahu dimana rasa tenangnya mulai terusik akibat hubungan yang dipaksakan, sehingga ketidak seimbangan semakin memudar dalam kehidupan. Maka di atas usia 60, Ketenagan Jiwa bukan lagi barang mewah tetapi Obat. Ini alasan pertama. Banyak hal lain yang juga harus dipahami, sebab masalah ketenangan jiwa hanya sebagian dari kisah hidup anda.

Alasan no. 2. Hal yang jarang dibicarakan oleh orang usia di atas 60 ialah masalah hubungan romantic yang biasanya mengarah kepada kantong kering bilamana tak ada sumber pendapatan lain. Uang pensiun cukup hanya untuk bertahan hidup berumah tangga, untuk BPJS dan untuk Ketenangan jiwa (beribadah dalam bahasa saya). Duit tidak lagi untuk ugal2 an. Isteri muda biasanya tidak langsung terang2 an minta duit, tetapi bar angsur2 mulai terasa diam2: merayu makan malam keluar rumah, libur mingguan, uang jajan (untuk adik isteri, ponakan, saudara, mertua, ipar, arisan bulanan, kredit motor, kredit rumah, jajan anak tiri bila ada, haha…banyak lagi untuk mudik dan THR Hari Raya?) bahkan biaya2 yang murah selama ini sekarang mulai meningkat mahal, biasanya dulu anda penuh bijak untuk bisa menanganinya, sebab ia merupakan predikat siapa anda sebenarnya, sekarang anda mulai membelanjakan banyak duit untuk orang lain. Bahkan di atas usia 60 setiap keputusan finansial terpaksa mulai diatur lebih ketat, tidak ada cara lain selain menghadapi kenyataan pahit semacam itu. Bila isi saldo anda mulai berkurang di bank, untuk mengisinya kembali tidaklah mudah, apalagi bagi anda yang mempunyai rekening di Bank Daerah Jambi yang lagi kemelut sekarang ini, mungkin di bobol oleh Hacker, bagaimana nanti belanja mudik dan Lebaran Iedul Fitri? Uang Ser2-an mulai tak ada. Bila hubungan dengan isteri muda berakhir putus, dampak keuangan tetap terasa meskipun rasa cinta (I love you sudah berobah menjadi I hate you). Gangguan keuangan tidak hanya mengganggu isi saldo rekening anda, tetapi ia juga menggangu tidur, tekanan darah, rasa aman, memang ada ketenangan yang muncul akibat kemampuan anda mengantisipasi biaya2 Kesehatan sebelumnya, atau biaya2 tak terduga tanpa rasa cemas, namun ketenangan semacam itu tak akan ada harganya. Sebab rasa cinta memang memabukkan pada mulanya, namun ia tak mampu menjaga anda di saat suasana hidup mulai bergeser, ..aduh panjang banget isi ceramah bule dalam FaceBook ini…..sudah capek saya menerjemahkannya. Lalu bagaimana cerita seterusnya pak Amhar? Silahkan anda dengar langsung di Face Book.

Demikianlah separoh dari isi Face Book di atas sengaja tidak saya lanjutkan lagi. Meskipun anda punya lahan sawit luas untuk membiayai rumah tangga bersama isteri muda, namun ketenangan hidup dan kedamaian rumah tangga bukan hanya dari dukungan finansial semata, tetapi ada faktor2 yang lain..yaitu beda umur beda keinginan, beda usia beda cara berpikir, beda pengalaman hidup beda cara berhemat, apa lagi beda yang itu…itu..Bila anda katakan ‘ah Pak Amhar penakut..Al-Qur’an aja membolehkan beristeri hingga 4: Yaa Coba Aja! Memang Buya Hamka juga menikah di saat usia senjanya. Ada juga dai kondang yang berpoligami di usia lanjut, tetapi mungkin mereka punya alasan pribadi yang tak bisa dijelaskannya kepada public. Memang setiap pengalaman hidup manusia ber beda2, tetapi pengalaman diri selalu mengajarkan kita pada kebijaksanaan dalam hidup. Pepatah mengatakan ‘Tangan mencincang, bahu memikul’ artinya? All responsibilities are upon yourself. Fa’ tabiru yaa Ulil Abshar!

Sekianlah Bapak2/Ibuk2/ dan adik2 semuanya baik yang Muslim maupun non_Muslim di mana saja berada. Pikirkanlah! Bagi adik2 yang masih muda dan masih damai berumah tangga dengan pasangan anda, coba jadikan nasehat ini sebagai ancang2 untuk menatap masa depan anda. Pak Amhar sendiri bagaimana? ‘Saya sudah pulang dari Medan Perang’. Beristeri muda itu mirip dengan membeli buah kuini (mangga manis): memang harum manis di kulit luarnya tetapi lama kelamaan dikupas akan ketemu ulat di dalam kuini tersebut. Jika anda beli lagi kuini yang baru, ya lama kelamaan ulatnya tetap ada di dalam kuini. Jadi 4 kuini 4 ulat: tak ada buah kuini yang tak ada ulat di dalamnya. Ayat al-Qur’an bilang: Fankihu maa thoba lakum minan Nisa’ matsna wa tsulatsa wa ruba’ (Nikahilah Wanita olehmu 2, 3, atau 4…tapi ingat ADA Ulat di dalam setiap kuini! Terimakasih telah membaca tulisan saya. Semoga bermanfaat. Wassalam. Amhar Rasyid, Jambi.

*Silakan Share