Buka Puasa Bersama Tokoh Agama, Wali Kota Jambi Perkuat Kolaborasi Bangun Kota

Momentum Ramadan dimanfaatkan Wali Kota Jambi, Maulana, untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Selain bersama jajaran Pemerintah Kota Jambi, kegiatan silaturahmi juga dilakukan dengan tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta organisasi kemasyarakatan.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan itu menjadi ajang pertemuan dan dialog antara pemerintah daerah dengan para tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa pembangunan Kota Jambi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau infrastruktur semata. Menurutnya, kebahagiaan masyarakat juga harus dibangun melalui nilai-nilai spiritual dan akhlak generasi muda.

“Visi Kota Jambi Bahagia diawali dari kebahagiaan spiritual. Infrastruktur penting, tetapi tanpa akhlak yang baik, kota ini belum sepenuhnya bahagia,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Maulana juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk meningkatkan kesejahteraan para petugas keagamaan. Saat ini, Pemkot Jambi sedang mengupayakan agar marbot dan imam masjid dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap peran penting para tokoh agama dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.

Selain itu, Maulana juga menyampaikan perkembangan Program Kampung Bahagia yang terus dilaksanakan secara bertahap di Kota Jambi. Hingga Juni 2026, sebanyak 803 RT ditargetkan menjadi bagian dari program tersebut, sementara sisanya akan dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2026.

Secara keseluruhan, program ini akan menjangkau 1.583 RT di Kota Jambi. Dalam pelaksanaannya, setiap RT diminta membentuk kelompok kerja (Pokja) yang melibatkan tokoh perempuan, pemuda, tokoh agama, serta pengurus RT.

Maulana menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam pembangunan. Menurutnya, jika masyarakat ikut terlibat secara langsung, maka rasa memiliki terhadap program pembangunan akan semakin kuat.

“Kebersamaan adalah kunci. Jika semua terlibat, pembangunan akan merata dan berkelanjutan,” ujarnya optimistis.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Jambi, Ketua Baznas Kota Jambi, Sekretaris MUI Kota Jambi, serta para pimpinan pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan di Kota Jambi.

*Silakan Share