Wakil Ketua DPRD Kerinci Boy Edwar Minta Enam Pejabat Eselon II Bekerja Profesional dan Sejalan Visi Bupati Monadi

KERINCI — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, H. Boy Edwar, M.M, meminta enam pejabat eselon II yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci agar bekerja secara profesional dan selaras dengan visi dan misi Bupati Kerinci Monadi, yakni mewujudkan Kerinci yang berdaya saing, maju, dan sejahtera.

Boy Edwar menegaskan, para pejabat baru harus mampu menjawab ekspektasi publik dengan kinerja nyata serta menjauhkan diri dari berbagai paradigma negatif yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait isu nepotisme, kedaerahan, maupun hubungan kekeluargaan.

“Jangan ada lagi paradigma di tengah masyarakat yang terkesan nepotisme kewilayahan. Kita minta pejabat yang baru dilantik benar-benar bekerja sesuai visi dan misi Bupati Kerinci Monadi,” tegas Boy Edwar.

Politisi Partai Golkar itu menilai, satu-satunya cara untuk mengikis keraguan publik adalah melalui kinerja yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan pada kelompok atau wilayah tertentu.

Dalam kesempatan tersebut, Boy Edwar juga menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat. Ia meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang baru agar segera bergerak cepat dan mengambil langkah konkret dalam penanganan sampah.

“Persoalan sampah ini sudah lama menjadi momok di tengah masyarakat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang baru harus langsung tancap gas, menata sistem pengelolaan sampah agar tidak lagi dibuang ke sungai,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya dengan pengangkutan, tetapi harus dibarengi edukasi kepada masyarakat, pengawasan yang ketat, serta sinergi lintas sektor. Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke anak Sungai Lalau yang bermuara ke Sungai Batang Merao, yang berpotensi memicu banjir saat curah hujan tinggi.

“Masalah lingkungan harus ditangani dari hulu ke hilir. Jangan tunggu banjir baru bertindak,” katanya.

Selain itu, Boy Edwar menaruh perhatian khusus pada peran BAPPEDA Litbang yang disebutnya sebagai dapur utama pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya perencanaan pembangunan berbasis data yang akurat, mutakhir, dan relevan dengan kondisi riil daerah.

“Pembangunan tidak boleh lagi bertumpu pada data 10 tahun lalu. BAPPEDA harus menjadi motor perencanaan yang presisi, adaptif, dan visioner,” tegasnya.

Di sektor Pariwisata, Boy Edwar menilai pamor Kabupaten Kerinci di tingkat nasional mengalami penurunan. Padahal, Kerinci sebelumnya pernah masuk dalam kalender event wisata nasional.

“Ini pekerjaan rumah besar. Event wisata nasional harus dihidupkan kembali agar ekonomi daerah bergerak dan Kerinci kembali dikenal,” ujarnya.

Sementara di bidang Pendidikan dan Olahraga, Boy Edwar mendorong adanya terobosan nyata dan peningkatan daya saing. Ia meminta kepala dinas agar proaktif menjemput dana pusat, menata fasilitas olahraga, serta menghidupkan kembali identitas dan prestasi olahraga Kerinci di level regional hingga nasional.

Secara khusus pada sektor pendidikan, Boy Edwar menegaskan bahwa program “Satu Desa Satu PAUD” harus benar-benar diwujudkan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, serta pengelolaan dana pendidikan yang transparan dan tepat sasaran.

“Dinas Pendidikan adalah kunci masa depan SDM Kerinci. Jangan ada dana pendidikan yang melenceng dari tujuan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Boy Edwar kembali menekankan agar enam pejabat eselon II yang baru dilantik mampu menjawab keraguan publik dengan kinerja profesional, integritas tinggi, serta hasil kerja yang terukur demi kemajuan Kabupaten Kerinci.


*Silakan Share