PESISIR SELATAN – Minggu, 7 Desember 2025.
Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi melakukan napak tilas sejarah ke Rumah Gadang Mande Rubiah dan Komplek Makam Bundo Kanduang di Inderapura, Lunang, Pesisir Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para guru adat, murid adat, serta pegiat budaya untuk menelusuri kembali jejak sejarah dan nilai-nilai adat yang memiliki hubungan erat dengan Kerinci dan Minangkabau.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi disambut hangat oleh penjaga sekaligus penerus garis keturunan Mande Rubiah. Rombongan berkesempatan melihat dari dekat berbagai benda pusaka seperti gong, pedang, serta senjata tradisional lainnya yang masih terawat rapi di dalam Rumah Gadang Mande Rubiah—sosok yang dikenal masyarakat sebagai Bundo Kanduang atau Ratu Kerajaan Pagaruyung yang hijrah ke Lunang.

Perwakilan Sekolah Adat menyampaikan bahwa keberadaan pusaka, rumah adat, serta situs sejarah tersebut menjadi pengingat kuat pentingnya pelestarian budaya, adat istiadat, dan warisan leluhur. Mereka berharap Rumah Mande Rubiah dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata religi dan sejarah, sebagaimana pengembangan Rumah Gedang di Kerinci.
Situs Sejarah yang Tak Pernah Tenggelam
Tabir yang tersuruk itu seolah tak berlaku di Rumah Gadang Mande Rubiah. Meski tidak memiliki gonjong yang menjulang tinggi, ukiran rumit, atau pernak-pernik megah khas Rumah Gadang di Darek Minangkabau, bangunan ini tetap berdiri anggun dengan karakter khasnya sendiri. Rumah ini adalah tempat musyawarah, tempat orang berkumpul untuk mengambil mufakat, serta ruang hidup bagi seorang perempuan terpandang.

Mande Rubiah adalah gelar kehormatan bagi perempuan penting, sejajar dengan gelar Bundo Kanduang. Namun jejak sejarah beliau masih banyak bersandar pada kaba Cindua Mato—sastra lisan Minangkabau yang menjadi referensi utama tentang kisah Mande Rubiah. Minimnya sumber baru menjadikan sosoknya misterius sekaligus memikat bagi peneliti, pegiat budaya, dan masyarakat adat.
Pertemuan yang Penuh Kesan
Rombongan Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi merasa beruntung saat tiba di Rumah Gadang Mande Rubiah. Penjaga rumah adat itu sedang berada di ruang tamu, seakan mengetahui kedatangan mereka. Silaturahmi pun terjalin, dan rombongan berdiskusi mengenai sejarah serta kepercayaan masyarakat setempat yang meyakini bahwa Mande Rubiah adalah Bundo Kanduang Minangkabau.

Matahari belum sepenuhnya rebah ketika rombongan duduk memandangi rumah adat tua yang masih tampak kokoh. Cat kecoklatan mengkilap, ornamen lama terpajang gagah, meski beberapa bagian dinding dan lantai telah diganti karena usia. Namun wibawa dan aura sejarah bangunan itu tetap terjaga kuat.

Napak tilas ini menjadi pengalaman penting bagi Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi dalam memperkuat Pendidikan adat, menambah wawasan sejarah murid adat, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai leluhur. Rumah Gadang Mande Rubiah bukan hanya saksi masa lalu, namun juga pengingat bahwa jati diri budaya harus terus dirawat dari generasi ke generasi.
Oleh : Ilham Kurniawan, S.IP.,M.Sos