Jambi – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) XVIII DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jambi menghasilkan keputusan saling klaim kemenangan oleh Sapkirman dan M. Syafiq, sebagai Calon Ketua DPD IMM terpilih.
Menanggapi dinamika tersebut, Jumat (28/2). Randa Alex Saburata, Wakil Bendahara DPD IMM Jambi, 2022-2024, menduga kisruh yang terjadi pasca Musyda terjadi akibat kalahnya Calon Ketua DPD IMM yang didukung oleh seorang legislator RI Dapil Jambi.
Musyda XVIII DPD IMM Jambi dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal DPP IMM, M. Zaki Mubarak di Aula Lantai 6 Universitas Muhammadiyah Jambi dan dihadiri oleh Gubernur Jambi yang diwakili oleh Asisten II, Johansyah, serta Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jambi, Agus Setiono dan peserta dari seluruh Cabang dan Komisariat IMM dalam Provinsi Jambi (25/2).
Rangkaian rapat pleno selanjutnya dilaksanakan di Aula BPSDM Provinsi Jambi hingga ditutup secara resmi pada (26/2), dimana seluruh Pimpinan Cabang dan Komisariat IMM se-Provinsi Jambi hadir dan mengikuti rangkaian pleno Musyda, termasuk pihak-pihak yang pada akhirnya tidak terpilih dalam pemilihan. Hasil pemungutan suara menetapkan Sapkirman sebagai Ketua DPD IMM Jambi terpilih.
Namun, pasca pemilihan, pihak yang kalah tidak menerima hasil Musyda dan menggelar Musyda tandingan secara ilegal tanpa melalui mekanisme yang sah dan tanpa dibuka resmi oleh DPP IMM, tanpa membentuk Panitia Pemilihan, tanpa Panitia Pelaksana, serta tanpa mengundang seluruh Cabang dan Komisariat se-Provinsi Jambi sebagai peserta.
“Hal ini merupakan preseden buruk bagi iklim demokrasi dalam Angkatan Muda Muhammadiyah Jambi, khususnya IMM. Ambisi politik dan kekuasaan tidak boleh menciderai proses demokratisasi dan AD/ART dalam IMM”. Tegas Alex.
“Seorang yang terpilih ke Senayan melalui prosedur demokrasi tidak boleh cawe cawe membajak proses demokratisasi dalam tubuh IMM. Tindakan seperti ini sangat tidak mendidik bagi proses pendewasaan berdemokrasi. Mari menghormati hasil Musyda dan berkompetisi secara sehat supaya lahir generasi emas pewaris peradaban bangsa ke depan”. Pungkasnya.