Menjelang Musda II, BPAN Kerinci Gelar Napak Tilas Sejarah di Tanah Hiang

Kerinci – Jumat, 26 Desember 2025

Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) II Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kabupaten Kerinci, BPAN Kerinci bersama Pengurus AMAN Kerinci melaksanakan kegiatan Napak Tilas Sejarah di wilayah Pariangan Tinggi atau Hiang Tinggi, tepatnya di Situs Punden Ninek Hilang di Laman. Di kawasan ini juga terdapat Taman Tujuh serta kompleks makam bersejarah di seberang sungai yang diyakini sebagai makam Indar Bersusu Tunggal dan Leluhur lainnya di Koto Jelatang, yang dikenal sebagai permukiman awal masyarakat Hiang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BPAN Kerinci untuk menelusuri dan memahami jejak-jejak masa lampau, sekaligus memperkuat kesadaran sejarah adat di kalangan pemuda. Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, dikenal sebagai salah satu dusun yang hingga kini masih memiliki cagar budaya serta permukiman adat yang asri dan terjaga.

Tanah Hiang, atau dalam bahasa Kerinci disebut Riang, merupakan permukiman masyarakat adat Kerinci yang terletak di sisi timur laut Danau Kerinci. Wilayah ini berada di kaki perbukitan yang membentang di sebelah timur danau, serta dilalui oleh anak sungai bernama Sungai Batang Sangkir atau Ayir Hiang, yang mengalir dari arah tenggara ke barat laut Lembah Kerinci dan bermuara ke Sungai Batang Merao. Menariknya, arah aliran sungai ini berlawanan dengan aliran Sungai Batang Merao.

Mayoritas masyarakat Tanah Hiang meyakini bahwa leluhur mereka bermula dari Koto Jelatang Permukiman Awal Luhak Alam Kerinci yang kemudian Para Leluhur menyebar ke Seluruh Penjuru Alam Kerinci membentuk Kalbu dan Luhah.

dalam Tambo Masyarakat meyakini yang Menghuni Koto Jelatang Pada Awalnya adalah Indar Baya yang menikahi perempuan gunung jelatang Hiang tinggi bernama Ninek Sabaku Kemudian Indar Maryam dengan Ninek Sabatut dan sampai pada Garis Indar Bersusu Tunggal yang Menikahi Puti Samayah yang menurunkan Dayang Ramayah, Dayang Indah, Dayang Rawani, dari Garis Dayang Indah dengan Indar Berterawang Lidah (Ninek Hilang di Laman) melahirkan beberapa leluhur yang tersebar di Hiang tinggi.

Keturunan Indar Berterawang Lidah salah satunya Dari Setu melahirkan Keturunan Depati Atur Bumi, Ninek Jaburiah (Leluhur Ambai), Ninek Jaburino (Betung Kuning).

Melalui kegiatan Napak Tilas Sejarah ini, BPAN Kerinci berharap para pemuda adat tidak tercerabut dari akar sejarah dan identitasnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum refleksi menjelang Musda II BPAN Kerinci, agar perjuangan pemuda adat ke depan tetap berpijak pada nilai-nilai sejarah, adat, dan kearifan lokal Luhak Alam Kerinci.

*Silakan Share