PD AMAN Kerinci Gelar Pendidikan Hukum Kritis Masyarakat Adat untuk Komunitas di Kerinci

Kerinci – Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD AMAN) Kerinci kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas komunitas adat. Pada Sabtu, 28 November 2025, AMAN Kerinci menggelar Pendidikan Hukum Kritis Masyarakat Adat yang diikuti oleh 14 Komunitas Adat di wilayah PD AMAN Kerinci. Kegiatan ini berlangsung di Saung Jiare, Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci.

Kegiatan menghadirkan pemateri utama Endang Kuswardani, S.H.—aktivis perempuan, advokat, Ketua PW AMAN Jambi, dan anggota PPMAN (Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara). Dalam pemaparannya, Endang menekankan pentingnya membaca situasi hukum, memahami hak-hak kolektif masyarakat adat, dan menguatkan daya kritis komunitas dalam menghadapi persoalan struktural yang sering dialami masyarakat adat.

Acara dibuka langsung oleh Ketua PD AMAN Kerinci, Muhammad Hazmin, S.IP. Dalam sambutannya, Hazmin menegaskan bahwa pendidikan hukum kritis adalah fondasi penting bagi penguatan komunitas adat.
Masyarakat adat perlu memahami posisi dan hak mereka. Tanpa pengetahuan hukum yang kuat, komunitas akan rentan terhadap berbagai bentuk ketidakadilan. Pendidikan seperti ini adalah bagian dari upaya memperkuat gerakan masyarakat adat di Kerinci,” kata Hazmin.

Hazmin juga menyampaikan perkembangan penting tentang Sekolah Adat di Kabupaten Kerinci. Saat ini, sudah terdapat 5 Sekolah Adat yang berjalan di beberapa komunitas. Ia menjelaskan bahwa musyawarah komunitas tengah berlangsung untuk membentuk sekolah adat di komunitas-komunitas lain yang belum memilikinya.
Sekolah Adat adalah ruang pewarisan pengetahuan, budaya, dan identitas. Kita dorong setiap komunitas memiliki Sekolah Adat, agar generasi muda memahami akar budayanya dan mampu menjaga wilayah adatnya dengan ilmu dan karakter,” tegasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi Sosialisasi Struktur Organisasi AMAN yang disampaikan oleh Hadial Putra, M.A. Ia menjelaskan struktur AMAN, sayap-sayap organisasi seperti BPAN (Barisan Pemuda Adat Nusantara), Perempuan AMAN, dan PPMAN, serta otonomi organisasi seperti Sekolah Adat dan pengembangan ekonomi melalui BUMA (Badan Usaha Milik Masyarakat Adat). Produk lokal dari BUMA nantinya dapat dipasarkan melalui pasar AMAN maupun pasar lokal sebagai bentuk penguatan ekonomi komunitas.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PW AMAN Jambi Endang Kuswardani juga menekankan pentingnya kreativitas dalam pengembangan ekonomi masyarakat adat. Ia mendorong komunitas untuk membuat visualisasi video kehidupan adat, mengolah hasil alam menjadi produk bernilai ekonomis seperti souvenir, makanan khas, ramuan herbal, madu, dan lainnya. Ia juga mengajak generasi muda untuk menulis dan mendokumentasikan kehidupan komunitas adat serta kembali ke wilayah adat untuk menjaga kampung dan budaya mereka.

Kegiatan berjalan penuh antusias dan menjadi wadah konsolidasi penting bagi 14 komunitas adat yang hadir. Melalui rangkaian kegiatan ini, AMAN Kerinci menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian budaya, kemandirian ekonomi, serta penguatan pengetahuan masyarakat adat demi menjaga keberlanjutan komunitas dan wilayah adat di Kabupaten Kerinci.

Penulis : Ilham Kurniawan, S.IP.,M.Sos

*Silakan Share